EVALUASI KERUSAKAN JALAN PERKOTAAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN KEJORA DAN JALAN BUNDARAN PU KOTA KUPANG

  • Yonathan Wafom Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Tri M. W. Sir Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • John H. Frans Prodi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: Kerusakan Jalan, Nilai Kondisi, Prioritas Penanganan, Metode Bina Marga

Abstract

Ruas Jalan Kejora dan ruas Jalan Bundaran PU merupakan ruas jalan perkotaan yang berlokasi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian dari kedua ruas jalan diperoleh jenis kerusakan jalan yang dominan terjadi pada ruas Jalan Kejora adalah lubang dengan total luasan kerusakan sebesar 77,71 m² dan persentase kerusakan jalan sebesar 15,54%, sedangkan jenis kerusakan jalan yang dominan terjadi pada ruas Jalan Bundaran PU adalah kegemukan aspal dengan total luasan kerusakan sebesar 129,18 m² dan persentase kerusakan sebesar 19,14%. Nilai kondisi kerusakan jalan terbesar terdapat pada ruas Jalan Kejora adalah 8,33 dan nilai kondisi kerusakan jalan terkecil terdapat pada ruas Jalan Bundaran PU adalah 4,40. Urutan prioritas penanganan utama dengan nilai prioritas terendah terdapat pada ruas Jalan Kejora dengan nilai 4,67 termasuk dalam program pemeliharan berkala, sedangkan urutan prioritas penanganan kedua dengan nilai prioritas tertinggi terdapat pada ruas Jalan Bundaran PU dengan nilai 7,60 termasuk dalam program pemeliharan rutin.

Kejora road and Bundaran PU road is urban roads that located in Kupang city, East Nusa Tenggara Province. The result of this research from both of roads, we obtained that the road damage that dominantly occured in Kejora road is a hole with damage area of 77,71 m2 and the damage percentage of 15,54%, while the road damage that dominantly occured in Bundaran PU road is asphalt overweight with damage area of 129,18 m2 and the damage percentage of 19,14%. The highest road damage condition value is in Kejora road with 8,33 and the lowest road damage condition value is in Bundaran PU road with 4,40. The First maintenance priority order with the lowest priority order value is in Kejora road with 4,67 is include in periodic maintenance program, while the second maintenance priority order with the highest priority value is in Bundaran PU road with 7,60 is include in routine maintenance program.

References

Departemen Pekerjaan Umum. 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. Jakarta: Direktorat Bina Marga PU.
Direktorat Pembinaan Jalan Kota.1990. Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota (No.018/T/BNKT/1990). Jakarta: Direktorat Bina Marga PU.
Departemen Pekerjaan Umum. 1983. Manual Pemeliharaan Jalan . Jakarta: Direktorat Bina Marga PU.
Departemen Pekerjaan Umum. 2014. Pendoman Kapasitas Jalan Perkotaan. Jakarta: Direktorat Bina Marga PU.
Published
2021-12-13
How to Cite
Wafom, Y., Sir, T. M. W., & Frans, J. H. (2021). EVALUASI KERUSAKAN JALAN PERKOTAAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN KEJORA DAN JALAN BUNDARAN PU KOTA KUPANG. Jurnal Teknik Sipil, 10(2), 173-184. Retrieved from https://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/518

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.