ANALISA PERMODELAN TINGGI MUKA AIR BANJIR DI SUNGAI LOWOLAKA KABUPATEN ENDE

Studi Kasus Kali Lowolaka pada Desa Wolomuki dan Desa Fataatu Timur di Kabupaten Ende

  • Agustinus H. Pattiraja Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Keywords: Permodelan, Banjir, Tinggi Muka Air

Abstract

Permodelan tinggi muka air banjir dilakukan di Sungai Lowolaka yang terletak di Kabupaten Ende terutama pada wilayah yang sering mengalami banjir yaitu di Desa Wolomuku dan Desa Fataatu Timur. Analisa dilakukan dengan mengkombinasikan debit banjir kala ulang beberapa periode dengan model hidrolik aliran menggunakan aplikasi Hec-Ras. Debit banjir yang digunakan sebagai input permodelan didapatkan melalui  analisa dengan menggunakan Metode Nakayasu dengan memanfaatkan data hujan dari 3 pos hujan terdekat. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan didapatkan besaran debit banjir yang terjadi yaitu untuk kala ulang 10 tahun 337,2 m³/detik, kala ulang 20 tahun 425,2 m³/detik, dan kala ualng 25 tahun 454,3 m³/detik. Untuk data topografi sungai didapatkan dari hasil pengukuran lapangan yang difokuskan ke titik-titk yang sering terjadi banjir yang dimulai dari Desa Wolomuku sampai ke Desa Fataatu Timur. Data topografi digunakan sebagai data geometri untuk membangun model 2D. Hasil Tinggi muka air banjir di titik tinjau 1 yaitu mulai dari 3,9 m sampai 4,25 m, titik tinjau 2 yaitu mulai dari 1,98 m sampai 2,77 m, titik tinjau 3 tinggi banjir mulai dari 2,4 m sampai 2,75 m, titik tinjau 4 tinggi banjir mulai dari 2,57 m samapi 2,96 m, dan tinjau 5 mulai dari 3,43 m sampai 3,77 m.

Flood water level modeling was carried out on the Lowolaka River which frequently inundated Wolomuku and Fataatu  Timur Villages, Ende District. Using the Hec-Ras application, the research was conducted by combining multiple return period flood discharge and flow hydraulic model. The flood discharge used as modeling input was analyzed using the Nakayasu method utilizing rain data from the 3 closest rain posts. The analysis's findings indicate that the flood discharge's magnitude is 337.2 m3/sec for the 10-year return period, 425.2 m3/sec for the 20-year return period, and 454.3 m3/sec for the 25-year return period. Data on the topography of rivers is derived through field measurements that are focused on areas that frequently flood, starting from Wolomuku Village to Fataatu Timur Village. In order to create 2D models, topography data is used as geometry data. The flood water level results at observation point 1 varied from 3.9 m to 4.25 m, at observation point 2 from 1.98 m to 2.77 m, at observation point 3 from 2.4 m to 2.4 m, 75 m, at observation point 4 from 2.57 m to 2.96 m, and at point 5 from 3.43 m to 3.77 m.

References

Al Amin Baitullah, M. 2015. Pemanfaatan Teknologi Lidar Dalam Analisis Genangan Banjir Akibat Luapan Sungai Berdasarkan Simulasi Model Hidrodinamik. Jurnal Info Teknik Volume 16 No 1 Juli (21-32). https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/infoteknik/article/view/210.

Al Amin Baitullah, M., et al. 2018. Simulasi Karakteristik Genangan Banjir Menggunakan HEC-RAS Cantilever Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil. http://cantilever.unsri.ac.id/index.php/cantilever/article/view/67.

Brunner, G.W. 2010. HEC-RAS River Analysis System User’s Manual Version 4.1 U.S Army Corps Of Engineers. Hydrologic Engineering Center. Wasington DC.

Cahyono Toto, dkk. 2015. Pemodelan Spasial Untuk Pembuatan Peta Rawan Banjir Dan Peta Tingkat Risiko Banjir Bengawan Solo Di Kota Surakarta. Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No. 1 Maret 2015 (60-72). https://jurnal.ugm.ac.id/mgi/article/view/13102.

Istiarto. 2014. Modul Pelatihan Simulasi Aliran 1-Dimensi Dengan Bantuan Paket Program Hidrodinamika HEC-RAS. Universitas Gajah Mada.

Soemarto C. D., 1987. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasiona

Soewarno.2003. Hidrologi Pengukuran dan Pengelolaan Data Aliran Sungai. Bandung: Nova.

Sosrodarsono, Suyono, Masateru Tominaga. 1994. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Jakarta : PT. Pradnya Paramita

Suheriati, A. Mayub, M. Farid. 2018. Potensi Rawan Banjir Kecamatan Muara Bangkahulu Sebagai Penunjang Pembelajaran Materi Pemanasan Global Di SMPN 11 Kota Bengkulu. PENDIPA Journal Of Science Education, 2018:2(1), 95-102. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/pendipa/article/view/4423

Published
2024-06-30
How to Cite
Pattiraja, A. H. (2024). ANALISA PERMODELAN TINGGI MUKA AIR BANJIR DI SUNGAI LOWOLAKA KABUPATEN ENDE. Jurnal Teknik Sipil, 13(01), 79-92. Retrieved from https://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/859

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.