PENGUJIAN KUAT LENTUR BALOK KAYU KABESAK DENGAN VARIASI LETAK DAN PANJANG TAKIKAN
Keywords:
Kuat Lentur, Takikan, Kayu KabesakAbstract
Takikan pada balok biasanya dibuat pada daerah tumpuan dan sambungan. Namun, dalam SNI 7973-2013 dijelaskan kompenen struktur lentur tidak boleh ditakik melebihi ketentuan yang ada. Nilai kuat lentur balok kayu kabesak tanpa takikan yang dihasilkan sebesar 80,94 MPa. Untuk nilai kuat lentur balok dengan variasi letak dan panjang takikan adalah: untuk letak takikan di 1/3 bentang (tarik) dengan panjang takikan 1/3d, 1/2d, d masing-masing sebesar 46,86 MPa, 36,92 MPa, 31,24 MPa; letak takikan di 1/2 bentang (tarik) dengan panjang takikan 1/3d, 1/2d, d masing-masing sebesar 36,92 MPa, 32,66 MPa, 29,82 MPa; letak takikan di tumpuan balok dengan panjang takikan 1/2d sebesar 76,68 MPa. Persentase perbedaan nilai kuat lentur balok kayu dengan variasi letak dan panjang takikan terhadap balok tanpa takikan adalah: untuk letak takikan di 1/3 bentang (tarik) dengan panjang takikan 1/3d, 1/2d, d masing-masing adalah 42.11%, 54.39%, 61.40%; letak takikan di 1/2 bentang (tarik) dengan panjang takikan 1/3d, 1/2d, d masing-masing adalah 54.39%, 59.65%, 63.16%; letak takikan di tumpuan balok dengan panjang takikan 1/2d adalah 5.26%.
Notches in beams are usually made in the beam support and connection areas. However, SNI 7973-2013 clarified that the flexural structure’s components should not be ruled over to an extent beyond what is already allowed. The results of the flexural strength test for a normal-strength beam are 80.94 MPa. For the flexural strength values of the beams with variations in the location and length of the notches are: for located at 1/3 span (tensile) with notch length of 1/3d, 1/2d, d, respectively, 46.86 MPa, 36.92 MPa, 31.24 MPa; locations in 1/2 of the span (tensile) with notch length of 1/3d, 1/2d, d respectively, 36.92 MPa, 32.66 MPa, 29.82 MPa; locations on the beam support with 1/2d notch length of 76.68 MPa. The percentage difference in the flexural strength value of a wooden beam with variations in the location and length of the notch against the notch-based beam is: for the location of the notch in 1/3 of the span (tensile) with notch length 1/3d, 1/2d, d respectively is 42.11%, 54.39%, 61.40%; locations in 1/2 span (tensile) with notch length of 1/3d, 1/2d, d respectively is 54.39%, 59.65%, 63.16%; locations on the beam support with notch length of 1/2d is 5.26%.
References
Awaludin, Ali., dan Irawati, S.I. (2005). Konstruksi Kayu. Yogyakarta: Teknik Sipil Universitas Gajah Mada
Badan Standarisasi Nasional. (1995). SNI 03-3959:1995 Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu di Labolatorium. Jakarta: BSN.
Badan Standarisasi Nasional. (2002). SNI-5-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu untuk Bangunan Gedung. Jakarta: BSN.
Berenschot, L. M. (1991). Acacia Leucophloea (Roxb). Willd. In: Lemmens, R.H.M.J. and Wulijarni-Soetjipto, N. (Editors). Plant Resources of South-East Asia Foundation, Bogor.
Imran, I., Hussain, L., Zia-Ul-Haq, M., Janbaz, K.H., Gilani, A.H., & De Feo, V. (2011). Gastrointestial and Respiratory Activities of Acacia Leucophloea. Journal ethnopharmacol, 138(3), 676-682.
Lenggu, Y.W. Betsy. (2021). Pengujian Sifat Mekanis Kayu Kabesak yang Diperdagangkan di Kota Kupang. Kupang: UNDANA.
NFTA FACT. (1996). Acacia Leucophloea - Shade and Fodder for Livestock In and Environments. NFTA 96-04. Wayback Machine.
