EVALUASI TARIF DAN KINERJA ANGKUTAN PEDESAAN DI KABUPATEN NGADA

  • Gordianus Soro Prodi Teknik Sipil, FST, Undana
  • John H. Frans Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Rosmiyati A. Bella Prodi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: BOK, Ability To Pay, Willingness ToPay, Kinerja Angkutan Umum

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang penentuan tarif angkutan pedesaan (Mikrolet) berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP), dan kinerja angkutan pedesaan di kabupaten Ngada. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif, dengan meneliti faktor biaya tarif angkutan, ATP dan WTP dan kinerja angkutan. Dari hasil analisis untuk biaya tarif yang diperoleh untuk Kecamatan Aimere berdasarkan Metode Bina Marga yaitu Rp 11.696,69, dan berdasarkan DISHUB yaitu Rp 14.571,74. Untuk Kecamatan Golewa Selatan tarif yang diperoleh berdasarkan Metode Bina Marga yaitu Rp 9.718,64 sedangkan berdasarkan  DISHUB yaitu Rp 11.623,35. Nilai ATP lebih besar dari nilai WTP, kondisi ini menunjukan bahwa kemampuan membayar lebih besar dari keinginan membayar jasa. Berdasarkan Standar pelayanan angkutan umum kinerja angkutan umum (mikrolet) untuk trayek Kecamatan dan Kecamatan Golewa dikategorikan baik.

The purpose of this research is to find out about the determination of rural transportation fares (shared taxi) based on Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP), and the performance of rural transportation in Ngada district. In this study used descriptive method, by examining the cost factors of transportation fares, ATP and WTP and transportation performance. From the analysis for tariff costs obtained for Aimere Sub-district based on Bina Marga Method is Rp 11,696.69, and based on DISHUB is Rp 14,571.74. For South Golewa Sub-district, the tariff obtained based on Bina Marga Method is Rp 9,718.64 while based on DISHUB is Rp 11,623.35. The value of ATP is greater than the value of WTP, this condition indicates that the ability to pay is greater than the willing to pay for services. Based on the standard of public transportation service performance of public transportation (shared taxi) for sub-district routes and Golewa sub-districts are categorized as good.

References

Direktorat Jendral Perhubungan Darat RI Tahun 2002. “Biaya Operasional Kendaraan (BOK)”

Departemen Perhubungan Umum Tahun 2002. “Analisa Tarif angkutan umum berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan”

Dirjen Bina Marga Direktorat Bina Jalan Kota (MKJI, 1997).

Issu, Nicky. 2016. “Kajian Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP)di Kabupaten TTS”

Raymond, S. 2015. “Tinjauan Kinerja Angkutan Pedesaan dari dan ke Kabanjahe”

Yuniarti, Taty. 2009. “Analsis Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, Ability To Pay dan Willingness To Pay”

Widari, S. 2010. “Angkutan Umum Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan yang ditinjau dari Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP)”

Published
2022-05-05
How to Cite
Soro, G., Frans, J. H., & Bella, R. A. (2022). EVALUASI TARIF DAN KINERJA ANGKUTAN PEDESAAN DI KABUPATEN NGADA. Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 29-40. Retrieved from http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/427

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.