PERBANDINGAN RESPON STRUKTUR BANGUNAN BETON DENGAN PEMBEBANAN GRAVITASIONAL RENCANA TERHADAP PEMBEBANAN GRAVITASIONAL DAN GEMPA AKTUAL

  • Jusuf J. S. Pah Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Yuliyanti W. Oematan Prodi Teknik Sipil Undana
  • Judi K. Nasjono Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Dantje A. T. Sina Prodi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: Respon Struktur, Bangunan Beton, Beban Gravitasional, Beban Gempa, Gaya Dalam, Lendutan, Drift

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan respon struktur bangunan beton yang hanya didesain terhadap pembebanan gravitasional tapi dibebani pembebanan gravitasional dan gempa aktual. Analisis struktur dilakukan atas sepuluh spesimen yang masing – masing dibebani kombinasi empat jenis pembebanan, untuk memperoleh respon struktur setiap spesimen berupa gaya dalam, lendutan, dan drift. Hasil analisis menyatakan bahwa beban gravitasional dan gempa aktual mulai signifikan sejak ketinggian 6,00 m (lantai ke-1). Beban gravitasional dan gempa aktual juga dapat berpengaruh sejak ketinggian 14,20 m (lantai ke-3), jika dilakukan perbesaran gaya geser sebesar 1,20 kali; lendutan sebesar 1,52 kali, dan drift sebesar 243,58 kali.

The purpose of this study to compare structural response of a concrete bulding which was designed only in respect to gravitasional load but was loaded by actual gravitasional and seismic load. Structural analysis was carried out on ten specimens, each of which was subjacted to four types of loading, to obtain the structural response of each specimen in the form of internal forces, deflections and drifts. Analysis result stated that the gravitational load and the actual earthquake began to take effect at a height of 6,00 m (on the 1st). The actual gravitational and seismic load, also have an effect to height 14,20 m (the 3rd  floor), with a shear magnification was about 1,20 times; the deflection was about 1,52 times; the drift was about 243,58 times.

References

Mulyono. (2000). Petunjuk Standarisasi Desain Gedung Bertingkat. Bandung: Ganesha Exact.
Nasional, B. S. (2002). Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung. In S. -1. 2002. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Nasional, B. S. (2013). Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
PPIUG. (1983). Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. Bandung: Stensil.
PU, K. (2019). Desain Spektra Indonesia. Diambil dari http ://puskim.go.id/Aplikasi/desain_spektra_gempa_indonesia_2011/.
Schueller, W. (1989). High Rise Bulding Structures. In W. Schueller, & T. Surjaman (Ed.), Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi (J. Hakim, Trans.). Bandung: PT.Eresco.
Sugito. (2015). Modul SAP2000 15.0 Analisis 3D statik dan Dinamik. (https://www.academia.edu/30097325/Modul_SAP_Dengan_Tutorial_Bahasa_Indonesia).
Suharjanto. (2013). Rekayasa Gempa. In Suharjanto, Rekayasa Gempa. Yogyakarta: Kepel. Press.
Suparman. (2015). Penyelidikan Tanah Kampus Undana. Kupang: UKPBJ/ULP.
Published
2022-05-05
How to Cite
Pah, J. J. S., Oematan, Y. W., Nasjono, J. K., & Sina, D. A. T. (2022). PERBANDINGAN RESPON STRUKTUR BANGUNAN BETON DENGAN PEMBEBANAN GRAVITASIONAL RENCANA TERHADAP PEMBEBANAN GRAVITASIONAL DAN GEMPA AKTUAL. Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 1-14. Retrieved from http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/418

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.