MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR TERPADU DALAM SKALA GLOBAL, NASIONAL DAN REGIONAL

  • Yulius P. K. Suni Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada; Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Unika Widya Mandira
  • Djoko Legono Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada
Keywords: Manajemen Sumberdaya Air Terpadu, Indonesia, Nusa Tenggara Timur

Abstract

Penelitian ini bertujuan mereview konsep manajemen sumberdaya air terpadu atau integrated water resources management (IWRM) dalam skala global, nasional dan regional. Dengan menggunakan metode riset meja (desk review), paper ini menyajikan evolusi konsep IWRM dan defenisi global IWRM termasuk penerapannya di Indonesia (skala nasional) dan salah satu daerah di Indonesia, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk skala regional. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan konsep IWRM di Indonesia tidak seutuhnya mengadopsi semua komponen global IWRM. Indonesia membuat penyesuaian dengan kondisi sosial ekonomi dan landasan hukum yang berlaku di negara ini. Implementasi di Indonesia pun masih mengalami tantangan baik politik, maupun infrastruktur pendukung kebijakan. Hal yang digariskan pada level nasional belum sepenuhnya dilaksanakan di tingkat lokal. Ada juga praktek yang baik di tingkat lokal dalam penerapan IWRM namun masih terisolir pada lokasi tertentu dan belum ditingkatkan pada aras nasional.

This study aimed at reviewing the concept of integrated water resource management (IWRM) on a global, national and regional scale. By applying desk review method, this paper presents a history of the concept of IWRM and global definitions including the application of concepts in Indonesia (national level) and one of the province in Indonesia for regional context, East Nusa Tenggara (NTT). This study found that the application of the IWRM concept in Indonesia did not fully adopt all components of the global IWRM. Indonesia makes adjustments to the socio-economic conditions and legal basis that applies in this country. Implementation in Indonesia also still faces challenges both political and policy supporting infrastructures. Things outlined at the national level had not been fully implemented at the regional level. There are also good practices at the regional level in implementing IWRM but those practices are still isolated in certain locations and had not been scale-up to national level.

References

Adrianus, Y. (2015, March 20). Dipetik March 7, 2017, dari ANTARA NEWS: http://www.antaranews.com/berita/486336/ntt-bangun-100-unit-embung
Balai SDA. (2019). Target dan Alokasi Anggaran Sumber Daya Air. Balai Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Bifel, H. (2017, February 15). Dipetik March 7, 2017, dari ANTARA NEWS: http://kupang.antaranews.com/berita/1994/ntt-butuh-4000-embung-tampung-air-hujan
Blomquist, W., & Schlager, R. (2005). Political Pitfals of Integrated Watershed Management. Society & Natural Resources, 18, 101-117.
BNPB. (2020). Data dan Informasi Bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia.
BPBD NTT. (2018). Rencana Penanggulangan Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur 2018 - 2023. BPBD NTT. Kupang: BPBD NTT.
BPS NTT. (2018). Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka 2018. Kupang: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bunganaen, W. (2013). Analisa Kinerja Embung Oelomin Kabupaten Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 23-36.
BWS-NTII. (2016, January 18). Dipetik March 7, 2017, dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II: http://bwsnt2.org/web/?q=node/562
Calder, I., Gosain, A., Rao, M., Batchelor, C., Snehalatha, M., & Bishop, E. (2007). Watershed development in India. 1. Biophysical and societal impacts. Environment, Development and Sustainability, 10, 537–557 (2008).
Chandra, A. A. (2018). Detik Finance. Dipetik April 6, 2020, dari https://finance.detik.com/infrastruktur/d-3805422/atasi-kekurangan-air-7-bendungan-dibangun-di-ntt
Convention on Biological Diversity. (2019). Ecosystem Approach. Dipetik March 2, 2020, dari https://www.cbd.int/ecosystem/
DPR RI. (2017). Naskah Akademik dan Draft Rancangan Undang-Undang Tentang Sumber Daya Air. Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
GWP. (2000). Integrated Water Resources Management. TAC Background Paper, 4.
Junita, S., & Buchori, I. (2016). Efektivitas Kelembagaan Pemerintah dalam Integrasi Pola Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 4, 1-12.
Kemenkes RI. (2018). Profik Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Keppres No.4. (2019). Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang Keanggotaan Unsur Dewan Sumber Daya Air Nasional dari Unsur Pemerintah Pusat dan non Pemerintah. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Lassa, J., Seran Mau, Y., Li, D., & Frans, N. (2014, January). Impact of Climate Change on Agriculture and Food Crops: Options for Climate Smart Agriculture and Local Adaptation in East Nusa Tenggara, Indonesia. IRGSC Working Paper, 8, 1-18.
Molle, F. (2008). Nirvana Concept, Narratives and Policy Models: Insights from the Water Sector. Water Alternatives, 1(1), 131-156.
Pradhan, D., Ancev, T., Drynan, R., & Michael, H. (2009). Management of Water Reservoirs (Embungs) in West Timor, Indonesia. AARES 53rd Annual Conference.
Prayadi, F., Imtihan, K., & Fahmi, H. (2018). Sistem Informasi Monitoring Data Debit Daerah Irigasi Dengan Metode Pengukuran Debit Sesaat (Studi Kasus : Bendungan Batujai Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, NTB). Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi, 1(1), 39 - 45.
Rahaman, M., & Varis, O. (2005). Integrated water resources management: evolution, prospects and future challenges. Sustainability: Science, Practice, & Policy, 1, 15-21.
Rahman, A. (2013). Model Sistem Informasi Geografis untuk Estimasi Koefisien Aliran dan Hubungannya dengan Tutupan Lahan di DAS Riam Kanan Provinsi Kalimantan Selatan. Bumi Lestari Journal of Environment, 13(1).
Ratumakin, P., Kuswardono, P., Heo, M., & Weo, Y. (2016). Pengetahuan Lokal dalam Keberlanjutan Pengelolaan Air. Kupang: Perkumpulan PIKUL.
RUU SDA. (2017). Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Sumber Daya Air. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Slobbe, E. v. (2010). History of IWRM. Lecture Note, Wageningen University, Wageningen.
Universitas Flores. (2017). Seminar Nasional Hari Air Sedunia di Ende Flores. Laporan Seminar, Universitas Flores, Ende.
UNSD. (1992). United Nations Conference on Environment & Development Agenda 21. United Nations Sustainable Development.
UUD NRI. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Jakarta.
Widiyono, W. (2008). Konservasi Flora, Tanah dan Sumberdaya Air Embung-Embung di Timor Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur . Journal Teknik Lingkungan, 197-204.
Published
2021-07-09
How to Cite
Suni, Y. P. K., & Legono, D. (2021). MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR TERPADU DALAM SKALA GLOBAL, NASIONAL DAN REGIONAL. Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 77-88. Retrieved from http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/396

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.