POLA TANAM DAERAH IRIGASI KANAN BENDUNG BENANAIN DI KABUPATEN MALAKA

  • Hironimus A. K. Siarai Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • I Made Udiana Prodi Teknik Sipil, FST Undana
  • Wilhelmus Bunganaen Prodi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: Benanain, Curah Hujan, Evapotranspirasi, Debit Andalan, Neraca Air, Pola Tanam

Abstract

Malaka adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terletak di Bagian Selatan Pulau Timor. Secara keseluruhan wilayahnya terbentang seluas 1.160,63 km2, dengan kepadatan penduduk mencapai 170 Km2/jiwa (Badan Pusat Statistik, Malaka dalam angkah 2018). Pertumbuhan penduduk yang besar dan curah hujan rata-rata/bulan yang sedikit yaitu 113,94 mm (BMKG, Lasiana 2019) menyebabkan munculnya masalah kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pola tanam pada Daerah Irigasi Benanain yang efisien sesuai dengan keseimbangan air yang terjadi antara debit andalan dan kebutuhan air irigasi. Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan Metode Penman-Monteith sedangkan besar debit andalan dihitung berdasarkan Metode DR F.J. Mock sesuai kondisi tahun basah (R20), tahun normal (R50), tahun kering (R80). Besar kebutuhan air irigasi dihitung menggunakan metode yang tersedia pada Kriteria Perencanaan IrigasiĀ (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, 2010) sesuai dengan pola tanam yang direncanakan dan luas areal yang dapat diairi. Besar neraca air dihitung berdasarkan selisih antara debit andalan dengan kebutuhan air irigasi.

Malaka is a district in the Province of Nusa Tenggara Timur (NTT), located in the southern part of Timor Island. Overall, the area spans 1,160.63 km2, with a population density of 170 km2 / person (Central Statistics Agency, Malacca in step 2018). The large population growth and the low average / month rainfall of 113.94 mm (BMKG, Lasiana 2019) have caused problems in the need for food. This study aims to determine the cropping pattern in the Benanain Irrigation Area which is efficient in accordance with the water balance that occurs between the mainstay discharge and the need for irrigation water. The calculation of potential evapotranspiration uses the Penman-Monteith method while the reliable discharge size is calculated based on the DR F.J. Mock according to conditions of wet year (R20), normal year (R50), dry year (R80). The amount of irrigation water demand is calculated using the methods available in the Irrigation Planning Criteria (Directorate General of Water Resources, 2010) according to the planned cropping pattern and the area that can be irrigated. The water balance is calculated based on the difference between reliable discharge and irrigation water needs.

References

Asdak, C. (2014). Hidrologi dan Pengelolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2010). Kriteria Perencanaan Irigasi. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Hadisusanto, N. (2011). Aplikasi Hidrologi. Malang: Jogja Mediautama.
Indarto. (2010). Hidrologi . Jember: Bumi Aksara.
Mangostina, C. (2010). Curah Hujan. http://bidinagtuns.blogspot.com/2010/11/curah-hujan.html.
Radja, D. (2018). Simulasi Pola Tanam Daerah Irigasi Kopopehapo Di Kabupaten Sabu Raijua. Kupang: Universitas Nusa Cendana.
Sosrodarsono, S. (1976). Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Sosrodarsono, S. (1983). Hirdologi untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Published
2021-07-09
How to Cite
Siarai, H. A. K., Udiana, I. M., & Bunganaen, W. (2021). POLA TANAM DAERAH IRIGASI KANAN BENDUNG BENANAIN DI KABUPATEN MALAKA. Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 63-76. Retrieved from http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/395

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.