RESPON STRUKTUR JEMBATAN PRATEGANG OELAIKBESI AKIBAT PENGARUH GEMPA

  • Moh G. Albar Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Partogi H. Simatupang Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Wilhelmus Bunganaen Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: Jembatan Prategang, Respon Spektrum, Gempa, SAP2000

Abstract

Pembangunan jembatan Oelnaikbesi di Kecamatan Sulamu menggunakan struktur beton prategang. Jembatan Oelnaikbesi dibangun kembali setelah mengalami patahan pada balok gelagar jembatan. Berdasarkan peta indeks bencana gempa bumi, kawasan pulau timor termasuk wilayah dengan tingkat ancaman gempa yang tinggi, sehingga pada jembatan tersebut perlu dilakukan suatu analisis untuk mengetahui ketahanan jembatan tersebut terhadap gaya gempa. Software yang digunakan dalam penelitian adalah SAP2000 v.14 Bridge Modeller. Hasil analisis diperoleh nilai massa participation rasio yang paling kritis dari struktur jembatan adalah arah x sebesar 99.97 % dan arah y sebesar 99.139 %. Nilai frekuensi dari periode terbesar sebesar 2.508 Hz, sehingga kondisi struktur jembatan dinyatakan aman. Nilai perpindahan terbesar terjadi pada arah z berada pada titik tinjauan gelagar 3 sebesar 10.8648 mm. Gaya dalam pada kombinasi envelope didapatkan gaya aksial yang terbesar terjadi pada titik tinjauan 2 dengan nilai -121.54 kN, gaya geser terbesar terdapat pada titik tinjau 5 dengan nilai 174.606 kN, dan Gaya dalam momen gelagar memanjang yang terbesar terdapat pada titik tinjau 3 dengan nilai 1021.93 kNm.

Construction of the Oelnaikbesi bridge in Sulamu District uses a prestressed concrete structure. The Oelnaikbesi Bridge was rebuilt after experiencing a break in the girders of the bridge. Based on the earthquake disaster index map, East Timor is one of the regions with a high level of earthquake threat. So that the bridge needs to be done an analysis to determine the bridge's resistance to earthquake forces. The software used in this research is SAP2000. The analysis results obtained that the most critical mass participation ratio value of the bridge structure is the x direction of 99.908% and the y direction of 99.787%. The frequency value of the largest period is 1.6945 Hz, so that the condition of the bridge structure is declared safe. The largest displacement value occurs in the x direction at the girder 1 review point of 6.2565 mm, and the inner force in the envelope combination obtained the largest axial force occurred at the review point 2 with a value of -121.54 kN. The biggest shear force is found at point 5 with a value of 174,606 kN and The force in the elongated girder moment is greatest at point 3 with a value of 1021.93 kNm.

References

Andri Budiadi,2008. Metode Konstruksi Jembatan Beton,UI Press,Jakarta.
BPPDPU, 2005. SNI T-02-2005 Standar pembebanan untuk jembatan. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum.
BPPDPU, 2008. SNI-1726-2008 Standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur jembatan. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum.
BPPDPU. 2012. Standar Nasional Indonesia (SNI) T-12-2012 Perencanaan struktur beton untuk jembatan. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum.
Sunggono,KH.1984, Mekanika Tanah.Nova,Bandung
Surviyanto, Anton dan Setyo Hardono. 2011. Penilaian Kinerja Seismik Jembatan dengan Pendekatan Analisis Pushover. Bandung : Puslitbang Jalan dan Jembatan.
Published
2020-09-30
How to Cite
Albar, M. G., Simatupang, P. H., & Bunganaen, W. (2020). RESPON STRUKTUR JEMBATAN PRATEGANG OELAIKBESI AKIBAT PENGARUH GEMPA. Jurnal Teknik Sipil, 9(2), 277-290. Retrieved from http://sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/370

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.