KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH MENGGUNAKAN METODE HIND CASTING DI PANTAI NAMOSAIN KOTA KUPANG

  • Wilhelmus Bunganaen Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Windha M. Manafe Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Judi K. Nasjono Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
Keywords: Pantai Namosain, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah, Namosain Beach, characteristics of waves, refraction, breaking waves

Abstract

Pantai adalah daerah pertemuan antara darat, laut dan udara dimana terjadi interaksi dinamis antara air, angin, dan material penyusun didalamnya. Hal ini menyebabkan pantai rentan terhadap perubahan, dimana perubahan tersebut dapat menjadi penyebab kerusakan pada daerah pesisir pantai.Gelombang adalah parameter utama yang menyebabkan perubahan pada garis pantai. Dalam penelitian inidilakukan pendekatan teori dan analisis terhadap transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Namosain Kota Kupang sebagai titik tinjauan penelitian. Berdasarkan analisa data yang dilakukan untuk kejadian angin dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2017 diperoleh persentasi kejadian angin terbesar berasal dari arah Barat Laut.Peramalan gelombang dengan metode hindcasting menghasilkan tinggi gelombang(H) = 3,225 meter dan periode gelombang(T) = 8,525 dtk. Koefisien refraksi sebesar 0,993 dan koefisien shoaling sebesar 0,972. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan sebesar 4,414 meter pada kedalaman 41,00 meter.

The beach is a meeting area between land, sea and air where there is a dynamic interaction between water, wind, and constituent material in it. This causes beaches to be vulnerable to change, where these changes can be a cause of damage to coastal areas. Waves are the main parameters that cause changes to the coastline. In this study a theoretical approach and analysis of the wave transformations that took place in the Namosain coastal area of Kupang City were conducted as a research review point. Based on the analysis of data carried out for wind events from 2008 to 2017, the largest percentage of wind events was from the North West. Wave forecasting with the hindcasting method produces wave height (H) = 3.225 meters and wave period (T) = 8.525 sec. The refraction coefficient is 0.993 and the shoaling coefficient is 0.972. The breaking wave height obtained from the calculation results is 4,414 meters at a depth of 41.00 meters.

Metrics

Metrics Loading ...
Published
2019-11-10
How to Cite
Bunganaen, W., Manafe, W. M., & Nasjono, J. K. (2019). KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH MENGGUNAKAN METODE HIND CASTING DI PANTAI NAMOSAIN KOTA KUPANG. Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 215-226. https://doi.org/10.35508/jts.8.2.215-226

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.